Ramadan 1441H

Ramadan 1441 H

Selamat menunaikan ibadah puasa.

Kata itu sudah mondar mandir di time line media sosialku. Tentu saja diikuti emoticon senyum, bunga, maupun tangan mengatup depan dada. Sudah seperti slender bukan? Yang bolak balik buat meratakan jalan. Para netijen maha benar tentu pengen eksis lah menyambut ramadan.

Iklan di tv pun seolah tak mau kalah. Segala produk baik itu makanan, kesehatan, sandang hingga kecantikan pasti ditambah embel-embel ramadan. Misal iklan shampo yang biasanya gayanya mengibaskan rambut panjang hitam legam berkilau lembut dan tanpa ketombe mendadak pake jilbab yang senada dengan warna kulit bungkus shampo. Ndak papa. Alam lagi bersuka cita menyambut bulan penuh berkah. Yang dirindu juga katanya.

Ramadan tahun ini tentu saja berbeda dengan sebelum sebelumnya. Lha gimana? Selain melawan rasa haus lapar dan angkara murka kita semua manusia di bumi juga harus melawan makhluk superkecil bernama Corona. Tarawih yang biasanya menjadi sarana ramah tamah sesama warga kini harus didirikan di rumah saja. Yang biasanya salam-salaman sambil senyam senyum mrengas mrenges sekarang ndak bisa.

Seharusnya dengan adanya wabah ini keimanan bisa semakin dipertebal. Dengan menyadari bahwa Allah Maha Segala Kuasa. Hanya dengan pengganggu yang tak kasat mata bahkan dapat membuat geger sejagad raya. Memporak porandakkan seluruh dunia. Masyaallah!

Banyak sekali berita berita duka berseliweran di stasiun tv tv swasta. Bahkan tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan untuk menghadapi wabah ini tak menutup kemungkinan tumbang jua. Kita hanya bisa berdoa, semoga bumi kembali pulih, dunia kembali tersenyum bahagia.

Meski ramadan kali ini lebih berat dari tahun lalu namun harus tetap semangat menambah amalan-amalan baik, bahkan superbaik. Atau kalau perlu buat semacam target. Agar bulan penuh berkah yang hanya satu bulan dalam setahun tidak terlewat sia-sia. Kapan lagi kita sholat sunnah 23 rokaat kalau tidak di bulan ramadan. Jadi mari kita susun targetnya, misalnya khatam al-Qur'an minimal sekali selama ramadan, tahajjud di istiqomahkan, dhuha ditertibkan dan qabliyah ba'diyah yang mengiringi sholat fardhu selalu diikusertakan. Tambah lagi perbanyak shodaqoh meski hanya senyum simpul (padune ngga punya uang 😁), berbuat baik sama sesama -terlebih di masa pandemi pasti banyak orang yang kehilangan mata pencaharian-. Pokok intinya di bulan suci ini mari perbanyak amal baik. Sekian.

Semoga puasanya full, ndak bolong-bolong.

Comments

  1. puasa dan lebaran tahun ini berbeda jauh suasananya, seperti kurang seru aja gtu tapi yang paling penting semoga amal ibadah puasa tahun ini diterima sama allah swt.

    ReplyDelete

Post a Comment